Tuesday, September 5, 2017

Pengalaman Kerja, Bekal Usaha

Pengalaman Kerja, Bekal Usaha.
Bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan modal, dari hasil gaji yang kita peroleh tiap bulanya di sisihkan untuk di tabuang. Ini merupakan salah satu alternatif untuk membangun sebuah usaha di masa yang akan datang.
Saat masa selesai sekolah menengah atas (sederajat) terkadang terasa sangat berat bagi kita yang masih minim modal untuk membangun sebuah usaha. Jalan salah satunya yaitu melewati jalur karyawan, mendaftar untuk bisa bekerja di sebuah perusahaan (sambil mencari pengalaman).
Ya, rasanya memang berat… dengan nyandang status ‘karyawan’ dimana segala peraturan (perusahaan) kita wajib mengikutinya. Namun semuanya harus kita hadapi dengan sabar, (rasa prihatin). Segala keterbatasan harus ditanggung sendiri (kontrakkan, biaya makan, beli pulsa HP, pulsa data ^_^)
Ya, begitulah resiko menjadi karyawan (merantau), harus tangguh dan mandiri. Tetapi dari sini kita bisa belajar, bagaimana menjadi pribadi yang pandai mengelola keuangan, “pandai menghemat dan rajin menabung”
Bagi kita yang punya cita-cita untuk menjadi seorang wirausahawan (dimasa yang akan datang) kita butuh menanamkan moto peribahasa yang satu ini “berakit rakit kita kehulu, berenang renang ketepian - Bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian.Sedikit demi sedikit tabungan yang kita sisihkan dari hasil gajian bisa dipakai untuk modal usaha, untuk bisa merubah status karyawan menjadi pemilik usaha/wiraswasta.

Dari karyawan menjadi wirausahawan, hal yang tidak buruk tentunya. Kita bisa menjadi pekerja, sambil mengasah ketrampilan, sambil menabung (modal),.. Guna menjadi sosok wirausahawan di masa mendatang, menciptakan lapangan pekerjaan yang bermanfaat bagi mereka (karyawan kita) JOOOSSS BOS,,, ^_^EntrepreneurTeam 

Sunday, September 3, 2017

Sebelum hutang, coba tuk berpikir ulang?


Terkadang dalam benak pikiran kita sebagai pengusaha yang baru merintis usaha (pemula) muncul keinginan untuk membesarkan usaha yang sedang kita bangun. Adapun untuk membesarkan usaha sering terkendala masalah modal, (pastinya) dan biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit pula. Sebab itulah, biasanya terbesit dalam diri (pengusaha) untuk mencari pinjaman dana guna mengembangkan usaha yang kita rintis tersebut.

Dalam dunia usaha, masalah pinjaman modal/hutang ( bank/koperasi) bisa dikatakan sudah menjadi hal yang wajar. Karena kalau katanya itu “kalau kita (pengusaha) tidak punya hutang, rasanya kurang semangat”  hehehe_betul juga kali ya?


Akan tetapi untuk menentukan berapa jumlah yang kita butuhkan perlu adanya kalkulasi terlebih dahulu.Butuh perhitungan ‘kasar’ minimal, berapa jumlah yang di butuhkan dan perhitungan berapa kemampuan pendapatan untuk mengangsur cicilan hutang. Jangan sampai kita berhutang ‘banyak’ tetapi untuk mengangsur bulanannya kurang mencukupi, sehingga menyebabkan kita harus hutang ke 2x nya ^_^. Salam SUKSES_entrepreneurteam

Saturday, September 2, 2017

Pendiri Usaha, yang Berpendiriran



Dalam mengelola sebuah usaha tentunya senantiasa mempertimbangkan apa saja keputusan yang tepat agar usahanya bisa berjalan dengan baik. Langkah yang paling dasar dalam membuat usaha adalah mencari peluang, Seorang wirausahawan biasanya dalam pemikirannya bisa mendapatkan ide yang tokcer (insting yg bagus) untuk menemukan sebuah usaha. Bisa dengan mempertimbangkan kebutuhan yang biasanya di butuhkan oleh Orang-orang disekitarnya (lingkungan terdekat). “apa yang sering di beli/cari oleh kebanyakan Orang?”
Setelah mendapatkan sebuah peluang Sang Entrepreneur terkadang sering memikirkan hasil yang menguntungkan tentang usaha yg ia kelola, tanpa menyadari bahwa hasil tergantung dari prosesnya. Nah, segala resiko yang bisa saja kita jumpai ini harus terpikirkan.Bagaimana cara mengurangi resiko kerugian yang banyak.?  
Langkah-langkah apa saja yang perlu, untuk mengurangi resiko ?
1.       Buat system keuangan yang baik. Jika Anda memperoleh keuntungan yang lebih usahakan sebagian dari hasil keuntungan tersebut untuk di tabung.
2.       Berpikir untuk membesarkan usaha yang Anda kelola dengan terencana dan bertahap. Dengan mempunyai “planning”  bisa membuat pemikiran kita lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan.
3.       Berambisi memakmurkan Orang-orang yg membantu kesuksesan usaha Anda.(kesejahteraan Karyawan, termasuk Keluarga)
4.       Memupuk kesabaran dalam menjalankan usaha, karena dengan cara yg tidak gegabah ini sebuah usaha akan mendapatkan hasil yg terbaik yg dikerjakannya.
5.       Sering belajar untuk memperbaiki kekurangan yg di butuhkan oleh pelanggan.
6.       Sisihkan dari keuntungan yang diperoleh untuk kegiatan sosial di lingkungan sekitar Anda. Dengan cara ini secara tidak langsung bisa memperluas promosi/target pemasaran, dari orang yang belum tau bisa menjadi tau, dan akhirnya penasaran untuk membeli produk yg Kita buat.
7.       Bertawakal kepada Yang Maha Pemberi Rezeki, dengan cara ini bisa membuat kita tersadarkan dan memberikan harapan yang positif untuk Usaha yg sedang kita jalankan.
Mungkin itu yang bisa Teamentrepreneur berikan, semoga bermanfaat..! Apabila ada kekurangan, saran, atau komentar silahkan masukkan di kolom komentar,. Jika menyukai artikel ini bisa ‘like’ dan apabila dirasa bermanfaat untuk teman-teman entrepreneur yang lain bisa di ‘share’. Terima kasih ^_^

Hasil Cepat, Proses Lama?



Sudah menjadi pemikiran sebagian banyak para pengusaha yang memulai membangun usahanya., Saat kita baru memulai usaha ambisi untuk mendapatkan hasil yg maksimal janganlah terlalu kita pikirkan,. Kita harus membangun mental pengusaha terlebih dahulu, dengan mengawali membuat target pemasaran (lebih tepatnya produk anda akan di jual ke Orang Tua, Remaja, atau anak-anak?)
Setelah mempunyai target pemasaran, Selanjutnya kita buat  target calon pelanggan. Yang dimaksud dengan target calon pelanggan ialah perkiraan jumlah para calon pembeli produk Anda di lingkungan yang akan Anda jalankan (wilayah pemasaran).
Setelah mendapatkan jumlah target calon pembeli/pelanggan kita bisa mempersiapkan perkiraan jumlah modal yang akan di gunakan untuk menjalankan usaha.
Modal yang di keluarkan harus kita kelola dengan baik, dengan membuat system pembukuan yang mudah di pahami (debet-kredit-saldo) seperti menggunakan Buku KAS.
Buku KAS sangat perlu untuk mendukung kalkulasi dan pengelolaan keuangan Anda dalam menjalankan sebuah usaha. Dimana Buku Kas juga bisa di dukung dengan Buku Besar, Buku Stock Gudang, dll.
Jika pembukuan sudah siap, Kita bisa meng-implementasikan / menerapkannya, kemudian lanjut ke proses selanjutnya pembelian bahan-bahan produksi. Dalam pembelian bahan ini Anda bisa mencari / mensurvei terlebih dahulu di tempat mana yg harga bahannya dijual lebih murah. Dengan mendapatkan harga yang murah serta kualitas barang yg baik, Kita bisa mengurangi angka pengeluaran. Dan secara otomatis menambah nilai keuntungan.
Jika kita sudah mendapatkan toko / tempat penjualan bahan yang murah langkah selanjutnya ialah membuat produk. Produk yang di buat, terlebih dahulu dengan membuat “sample” atau contoh product. Sample yang dibuat tentunya dengan harus memenuhi kualitas terbaik menurut pelanggan, bukan kualitas produsen(standart pemasaran).
 Setelah membuat sample dengan kualitas untuk standart pemasaran (kualitas terbaik) Anda bisa mengkalkulasi/menghitung berapa budget / jumlah pengeluaran untuk membuat sebuah sample. Setelah mengetahui angkanya lalu kita tambahkan jasa untuk proses pembuatannya, kemudian hasilnya adalah nilai jual/harga jual produk(Barang).
Dalam berwirausaha /membangun sebuah usaha tentu banyak proses yang harus kita persiapkan. Oleh karena itu seberapa professional Anda dalam menjalankan sebuah usaha akan menentukan seberapa banyaknya pelanggan yang akan membeli produk Anda. Teamentrepreneur

Thursday, August 31, 2017

Payah atau susah di jaman wah, sekarang?

Payah atau susah di jaman wah, sekarang? Di era jaman sekarang yang serba canggih, serba modern, dan mungkin serba mewah. Kebanyakan dari kita tanpa disadari ikut larut dalam arus jaman wah ini,. Termasuk juga si Admin.(xixixix)
Siapa sangka bahwa segala sesuatunya bisa di cari dengan cepat; berita, hiburan, beli prodak dll. Semuanya bisa di dapat dengan mudah, cepat, dan gak ribet. Tinggal browsing, ketik di kolom pencaian, lalu “search” dah, ketemu! Segalanya bisa di dapat dengan cepat,. (gampang) Semua bisa di dapat dengan mudah, lewat dunia maya. Kecuali jodoh & rejeki (mungkin. heheh)
 Dapat teman bisa, dapat orderan bisa, dapat pencitraan juga bisa. So “easy” Namun dari pengalaman pribadi kita terkadang susah mencari sosok sahabat, mencari 100 pertemanan bisa lewat jejaring sosial tetapi mencari 10 sahabat didunia nyata lebih susah, ya gak sih?
 Mencari orderan bisa, tetapi meyakinkan supaya si pembeli bisa jadi pelanggan kita itu juga susah, ya gak?
Kekurangan di diri kita juga bisa dipoles lewat pencitraan namun apakah sandiwara pencitraan itu akankah selamanya di buat-buat tanpa mendasarkan pribadi kita yang apa adanya ini,. Toh, kepribadian kita di dunia nyata akan lebih bermakna dan bermanfaat jika ketulusan serta keikhlasan mendasari setiap langkah kehidupan kita?, ya ndak? Biar ga mengecewakan Mereka di kemudian hari…/ (memotivasi)
Kembali ke topiknya, Sering masuk di dunia maya tak akan selamanya endingnya di dunia maya, berakhirnya kembali lagi di dunia nyata. Seberapa banyak kemudahan yang di cari tak semudah mendapatkan hasilnya, itu bisa di jadikan kunci.(kalau salah, mohon di koreksi)
Contohnya mungkin, sering kali kita browsing sekedar cari ilmu dari mbah google, dan teman-temannya (youtube, instagram dll) untuk sekedar cari ilmu (positif thinking) “bagaimana cara membangun usaha, cara dapat penghasilan adsense/youtube, cara cepat sukses di usia muda, dll.” Tinggal pencet ‘search’ ketemu ilmu-ilmunya. Selanjutnya, untuk pengaplikasiannya/penerapannya bisa di terapkan di kehidupan nyata anda! Sejauh mana kreatifitas anda dalam mengelola usaha itu akan berperan jauh dalam kesuksesan usaha Anda. Itu sisi positifnya,. Sekarang untuk sisi lainnya,.
Terkadang orang itu ikut dan larut dalam trending topik terutama kaum muda (generasi masa depan) sehingga saking seringnya buka dunia maya, lupa akan kodratnya menjalani dunia nyata.
 Susahnya dimana coba tebak?, Salah satunya malas, padahal peluang didepan mata namun bagi mata si pemalas tak akan dapat melihat celah / peluang di sini. Sering ke ashyikan menyimak.
 Lalu, sering menunda nunda, padahal se junior apa pun usaha itu juga bisa di bangun dan sah hukumnya, (menyesuaikan besar kecil modal, dan jenis usaha yang akan di jalankan)
Lalu, suka se enaknya, padahal kenikmatan itu bisa di dapat kalau kita membuat (produsen) karena dengan Kita punya produk dan laku di pasaran, maka dengan itu kita bisa enak menjadi pengusaha, (terserah di bidang apa, yg terpenting bermanfaat dan memberi keuntungan) Teamentrepreneur

Pengalaman Kerja, Bekal Usaha

Pengalaman Kerja, Bekal Usaha. Bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan modal, dari hasil gaji yang kita peroleh tiap bulanya di sisihk...

Postingan Populer